Menerapkan Bullet dan Numbering Pada File Dokumen

kursus aplikasi perkantoran

Menerapkan Bullet dan Numbering – Dalam konteks penomoran pada word, istilah “bullet” merujuk pada simbol yang digunakan sebagai pengganti angka atau huruf dalam penomoran. Bullet digunakan ketika Sobat METC-TEC ingin membuat daftar yang tidak menggunakan urutan angka atau huruf, tetapi menggunakan simbol yang khusus, seperti bulatan, kotak, panah, bintang, atau simbol lainnya.

Dalam Word, kamu dapat menggunakan bullet untuk membuat daftar poin yang tidak memiliki urutan yang khusus. Ini sangat berguna ketika Kamu ingin menyajikan informasi dalam bentuk poin tanpa mengikuti urutan tertentu.

Berikut adalah langkah-langkah untuk menggunakan bullet dalam penomoran pada Word:

  1. Pilih teks yang ingin digunakan untuk daftar bullet atau letakkan kursor pada posisi yang diinginkan dalam dokumen.
  2. Pergi ke tab “home” di atas jendela word.
  3. Di grup “paragraf”, Kamu akan melihat ikon untuk penomoran. Salah satunya adalah ikon “bullet” yang biasanya berupa gambar bulatan hitam atau simbol lainnya. Klik ikon “bullet“.
  4. Setelah mengklik ikon “bullet“, Word akan secara otomatis menambahkan bullet atau simbol yang telah ditentukan ke teks yang Kamu pilih atau di posisi kursor.
  5. Untuk mengganti simbol bullet, Kamu dapat mengklik kanan pada bullet dan memilih opsi “ubah simbol” dari menu konteks yang muncul. Kamu dapat memilih dari daftar simbol yang tersedia atau menggunakan simbol kustom sesuai keinginan.
  6. Kamu juga dapat mengatur indentasi dan tingkat hirarki untuk bullet menggunakan ikon “tingkat penomoran” di grup “paragraf”. Dengan ini, kamu dapat membuat daftar dengan tingkatan yang berbeda menggunakan bullet.

Dengan menggunakan bullet dalam penomoran, kamu dapat membuat daftar poin yang jelas dan mudah dibaca, tanpa mengikuti urutan angka atau huruf tertentu. Penomoran atau “numbering” dalam bahasa Inggris adalah proses memberikan nomor atau urutan pada elemen dalam sebuah dokumen atau daftar. Hal ini dilakukan untuk memudahkan identifikasi, referensi, dan pengorganisasian informasi.

Baca Juga: Mengenal Dasar Penggunaan Microsoft Word

Dalam konteks penomoran terdapat dua jenis penomoran yang umum digunakan, yaitu:

1. Penomoran Berurutan (Sequential Numbering)

Penomoran ini mengikuti urutan angka atau huruf secara berurutan. Contohnya adalah daftar yang menggunakan angka (1, 2, 3, …) atau huruf (a, b, c, …).

Sequential numbering, atau penomoran berurutan, adalah jenis penomoran yang mengikuti urutan angka atau huruf secara berurutan. Ini berarti setiap elemen atau item dalam daftar diberi nomor yang berturut-turut dan tidak ada nomor yang diulang atau dilewati. Penomoran ini sangat berguna dalam mengorganisir dan mengacu pada daftar atau elemen yang terurut.

Contoh penomoran berurutan menggunakan angka:

  1. Item pertama
  2. Item kedua
  3. Item ketiga
  4. Item keempat
  5. Item kelima

Contoh penomoran berurutan menggunakan huruf:

  1. Subitem pertama
  2. Subitem kedua
  3. Subitem ketiga
  4. Subitem keempat
  5. Subitem kelima

Dalam Microsoft Word, kamu dapat dengan mudah menerapkan penomoran berurutan pada dokumen, kamu menggunakan opsi penomoran yang tersedia di tab “home“. Kamu dapat memilih jenis penomoran, seperti angka, huruf, atau simbol lainnya, dan word akan secara otomatis memberikan nomor yang sesuai pada setiap elemen dalam daftar.

Sequential numbering sangat berguna dalam membuat daftar, daftar isi, indeks, dan dalam situasi lain dimana urutan dan identifikasi yang jelas dari elemen-elemen tersebut diperlukan.

2. Penomoran Berurut Terhubung (Hierarchical Numbering)

Penomoran ini digunakan ketika ada hierarki atau tingkatan dalam elemen yang diberi nomor. Contohnya adalah penomoran bab dan sub-bab dalam sebuah dokumen yang menggunakan angka atau huruf terhubung, seperti 1.1, 1.2, 1.2.1, 1.2.2, dan seterusnya.

Hierarchical numbering atau penomoran berurut terhubung adalah jenis penomoran yang digunakan untuk menggambarkan tingkatan atau hierarki dalam sebuah dokumen. Penomoran ini memungkinkan pengelompokan elemen berdasarkan tingkatan dan sub-tingkatan.

Contoh penomoran berurut terhubung:

Bab Pertama

1.1. Bagian Pertama

1.1.1. Sub-bagian Pertama

1.1.2. Sub-bagian Kedua

1.2. Bagian Kedua

Bab Kedua

2.1. Bagian Pertama

2.2. Bagian Kedua

2.2.1. Sub-bagian Pertama

2.2.2. Sub-bagian Kedua

Dalam contoh di atas, nomor terhubung menunjukkan tingkatan dan sub-tingkatan dari bab, bagian, dan sub-bagian dalam dokumen tersebut. Ini memungkinkan pembaca atau pengguna untuk memahami struktur hierarki dan relasi antara elemen-elemen yang terhubung.

Dalam Microsoft Word, kamu dapat menerapkan penomoran berurut terhubung menggunakan opsi penomoran yang tersedia di tab “home“. Kamu dapat memilih jenis penomoran berurut terhubung dan mengatur tingkatan serta gaya penomoran sesuai dengan struktur dokumen kamu. Word akan secara otomatis menambahkan nomor yang terhubung sesuai dengan tingkatan yang ditentukan.

Penomoran berurut terhubung sangat berguna dalam dokumen seperti laporan, tesis, buku, atau materi yang memiliki struktur hierarkis dan membutuhkan representasi visual yang jelas tentang tingkatan dan hubungan antara elemen-elemen yang terkait.

Penomoran dapat diterapkan pada berbagai jenis dokumen, seperti dokumen word, presentasi, laporan, daftar, tabel, dan lainnya. Tujuan penomoran adalah untuk memberikan struktur dan organisasi yang jelas pada informasi, sehingga memudahkan pembaca atau pengguna dalam membaca, memahami, dan merujuk kembali ke elemen-elemen yang terdaftar.

Untuk melakukan penomoran pada word, berikut adalah langkah-langkah yang dapat Sobat METC-TEC ikuti:

  1. Buka dokumen word yang ingin dinomori.
  2. Pilih teks yang ingin dinomori. Jika ingin menomori seluruh dokumen, klik Ctrl + A untuk memilih seluruh teks.
  3. Pergi ke tab “home” di atas jendela word.
  4. Di grup “paragraf”, kamu akan melihat ikon untuk penomoran. Ada dua ikon yang umum digunakan yaitu “nomor” dan “nomor halaman”. Pilih ikon yang sesuai dengan kebutuhan.
  5. Jika ingin menomori teks dengan angka biasa (1, 2, 3, dst.), klik ikon “Nomor”.
  6. Jika ingin menomori teks dengan angka yang terhubung dengan bagian atau bab (misalnya, 1.1, 1.2, 2.1, 2.2, dst.), klik ikon “nomor” dan pilih gaya penomoran yang sesuai dari menu drop-down yang muncul.
  7. Setelah memilih ikon yang tepat, word akan secara otomatis menerapkan penomoran pada teks yang dipilih. Jika ingin memilih opsi penomoran dengan angka terhubung, word akan mengatur nomor secara otomatis berdasarkan struktur dokumen.
  8. Jika ingin menyesuaikan penomoran lebih lanjut, misalnya mengubah urutan, mengatur level penomoran, atau menambahkan teks sebelum atau setelah nomor, Klik kanan pada nomor dan memilih opsi “nomor” atau “paragraf” dari menu konteks yang muncul. Kamu dapat mengakses lebih banyak opsi penomoran melalui opsi “nomor lebih banyak” di menu tersebut.
  9. Setelah selesai menomori teks, lanjutkan mengetik atau melakukan perubahan lain pada dokumen word.

Demikianlah langkah-langkah umum untuk melakukan penomoran pada word. Harap dicatat bahwa tampilan dan tata letak menu dapat sedikit berbeda tergantung pada versi word yang kamu gunakan.

Referensi:

itkoding.com (2023). Membuat List Nomor Dengan Menggunakan Numbering Di Word (Diakses 18 Juli 2023), dari https://itkoding.com/membuat-list-nomor-numbering-di-word/

paulipa.com. Urutan Penomoran Karya Tulis Ilmiah, Skripsi, Tesis, Artikel, Monograf, dan Contohnya (Diakses 18 Juli 2023), dari https://paulipu.com/urutan-penomoran-karya-tulis-ilmiah/

nissamaheswary.com. Cara Mudah Membuat Nomor Urut Otomatis Beserta Tabel Kolom Di Ms Word (Diakses 18 Juli 2023), dari https://www.nissamaheswary.com/2022/05/cara-mudah-membuat-nomor-urut-otomatis-di-tabel-kolom-word.html

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *